Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Wabup Barsel Hadiri HUT ke-3 Balai Adat Ngebas Baya, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Leluhur

Redaksi Dinamika Kalteng
8
×

Wabup Barsel Hadiri HUT ke-3 Balai Adat Ngebas Baya, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Leluhur

Sebarkan artikel ini

BARITO SELATAN – Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Balai Adat Ngebas Baya di Desa Bipakali, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Sabtu (10/10/2026).

‎

‎Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, sejak 21 September hingga 10 Oktober 2026, tersebut diisi dengan berbagai kegiatan dan ritual adat setempat sebagai upaya menjaga serta melestarikan tradisi warisan leluhur.

‎

‎Kehadiran Wakil Bupati disambut oleh Camat, Kepala Desa, dan tokoh adat di Balai Adat Ngebas Baya.

‎

‎Dalam sambutannya, Khristianto Yudha menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-3 kepada Balai Adat Ngebas Baya atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.

‎

‎“Semoga balai adat ini terus menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, tempat bermusyawarah, tempat menjaga persaudaraan, dan tentu saja tempat kita merawat adat dan budaya yang sudah diwariskan oleh orang tua dan para leluhur kita,” ujarnya.

‎

‎Menurutnya, keberadaan balai adat memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ritual tradisional, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

‎

‎Ia menilai, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelestarian adat dan budaya daerah. Karena itu, generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan mereka sendiri.

‎

‎“Jangan sampai nanti mereka lebih hafal budaya dari luar, tetapi lupa dengan adat dan tradisi yang sejak dulu hidup di kampungnya sendiri,” tegasnya.

‎

‎Khristianto mengapresiasi masyarakat Desa Bipakali yang terus menjalankan tradisi adat melalui kegiatan tahunan tersebut. Menurutnya, adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai cerita masa lalu, tetapi harus terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi penerus.

‎

‎Ia juga mengajak para orang tua dan tokoh adat untuk terus mengajarkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak, mulai dari sopan santun, menghormati orang tua, menjaga kebersamaan, hingga saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

‎

‎“Adat bukan hanya soal upacara dan tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari. Kalau masyarakatnya rukun, tetangga saling membantu, yang tua dihormati dan yang muda diarahkan, maka di situlah adat dan budaya kita tetap hidup,” katanya.

‎

‎Lebih lanjut, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mendukung kegiatan pelestarian adat dan budaya yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan dan persatuan.

‎

‎Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan, pendapat, maupun latar belakang sebagai alasan untuk saling menjauh.

‎

‎“Kita semua tetap satu keluarga besar masyarakat Barito Selatan. Mari kita jaga kampung kita, kita jaga persaudaraan, dan kita jaga adat budaya yang sudah diwariskan kepada kita,” ajaknya.

‎

‎Khristianto berharap, seiring bertambahnya usia, Balai Adat Ngebas Baya semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya sebagai pusat kegiatan adat, musyawarah, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.

‎

‎Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Amir Mahmud, S.Ag., yang juga menjabat sebagai Mantir Adat, mengatakan bahwa peringatan tersebut merupakan bagian dari program kerja yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

‎

‎Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan masyarakat, dengan pelaksanaan yang semakin baik dan kegiatan yang terus ditingkatkan.

‎

‎Peringatan HUT ke-3 Balai Adat Ngebas Baya menjadi momentum bagi masyarakat Desa Bipakali untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga adat istiadat dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Mas)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *