Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Atasi Krisis Air Saat Karhutla, DPUPR Barsel Bangun Embung di Enam Titik Rawan Kebakaran

Redaksi Dinamika Kalteng
5
×

Atasi Krisis Air Saat Karhutla, DPUPR Barsel Bangun Embung di Enam Titik Rawan Kebakaran

Sebarkan artikel ini

‎

BARITO SELATAN — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengambil langkah mitigasi untuk menghadapi krisis air di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎

‎DPUPR Barsel membangun parit sekaligus kolam atau embung penampungan air di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi karhutla. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memudahkan tim terpadu dan relawan mendapatkan sumber air ketika terjadi kebakaran.

‎

‎Kepala DPUPR Barsel Ita Minarni melalui Sekretaris DPUPR Barsel, Hawinu, mengatakan pembangunan parit dilakukan untuk mengalirkan air menuju embung penampungan.

‎

‎“Kita membuat selokan atau parit untuk pengaliran air ke embung penampungan air, agar penanganan karhutla dapat ditangani,” kata Hawinu, Rabu (30/9/2026).

‎

‎Menurut dia, pembangunan sarana penampungan air tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan dan minim sumber air.

‎

‎“Ini merupakan upaya untuk memudahkan tim terpadu dan para relawan memperoleh air, terutama di beberapa wilayah yang rawan terjadi karhutla,” ujarnya.

‎

‎Hawinu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghadapi kondisi kekeringan dan karhutla yang terjadi di wilayah tersebut.

‎

‎“Mari kita sama-sama berdoa semoga situasi krisis kekeringan dan karhutla ini cepat berlalu,” imbuhnya.

‎

‎Sementara itu, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Permukiman DPUPR Barsel, Kusnardi, mengungkapkan sedikitnya terdapat enam lokasi yang menjadi titik pembangunan parit dan kolam penampungan air.

‎

‎Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Masimpun, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan. Kawasan tersebut memiliki konsentrasi lahan gambut yang cukup luas dan telah beberapa kali mengalami kebakaran sepanjang 2026.

‎

‎“Program ini sedang berjalan. Sekarang kita siapkan embung kecil di enam titik agar mobil pemadam tidak kesulitan mencari air saat terjadi karhutla,” jelas Kusnardi.

‎

‎Selain membangun infrastruktur penampungan air, DPUPR Barsel juga terus melakukan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem.

‎

‎Penyaluran air bersih tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi bagian dari langkah mitigasi pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kekeringan dan kabut asap akibat karhutla.

‎

‎“Selain pembuatan embung, DPUPR juga tetap menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kabut asap dan kekeringan, sebagai bagian dari mitigasi bencana,” tandasnya. (Mas)


‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *