BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, bersama sejumlah perusahaan dan yayasan menggelar operasi katarak bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Barito Selatan, Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang akan menjalani operasi katarak.
Khristianto Yudha mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan dengan PT Adaro Indonesia serta sejumlah pihak lainnya yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, terdapat setidaknya tiga hal penting dari pelaksanaan operasi katarak tersebut.
Pertama, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai lembaga dan pihak terkait diperlukan, terutama untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah dengan keterbatasan akses pelayanan.
”Kedua, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk unsur non-pemerintah. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Kabupaten Barito Selatan nilai solidaritas, kebersamaan serta persatuan antara seluruh pihak,” kata Khristianto.
Ketiga, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, sekaligus sebagai upaya menekan angka kasus kebutaan akibat katarak di Kabupaten Barito Selatan.
”Saya turut berbahagia karena masyarakat mendapatkan pengobatan, terutama mereka yang mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit katarak,” ujarnya.
Khristianto menambahkan, pelaksanaan operasi katarak merupakan bagian dari ikhtiar pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta.
Sementara itu, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan atas kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Aan, kegiatan operasi katarak juga melibatkan tenaga medis lokal di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan.
Ia berharap seluruh peserta yang telah terdaftar dapat menjalani operasi sesuai target, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tindakan operasi apabila kondisi dan waktu memungkinkan.
”Yang sudah terdaftar sebanyak 51 mata. Kami berharap target tersebut dapat tercapai dan kalau memungkinkan tim medis bisa memberikan tambahan operasi katarak,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan tiga dokter spesialis mata, salah satunya berasal dari Kalimantan Tengah. Tim medis diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian operasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, dr. Dadang Nugroho Baskoro, mengatakan operasi katarak tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Barsel melalui Dinas Kesehatan dengan PT Adaro Indonesia, PT BOMA, PT Sapta Indera Sejati (SIS), serta Yayasan Amanah Bangun Negeri.
”Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah bersama perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Barito Selatan terhadap masyarakat, khususnya para penderita katarak,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan tahun 2026.
Dadang mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan operasi katarak tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan mata.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Barito Selatan, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Dusun Selatan, serta pihak-pihak terkait lainnya. (Mas)












