Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Karhutla dan Krisis Air Bersih Mengancam, Pemkab Barsel Naikkan Anggaran BTT Jadi Rp8 Miliar

Pewarta: Mas Har
11
×

Karhutla dan Krisis Air Bersih Mengancam, Pemkab Barsel Naikkan Anggaran BTT Jadi Rp8 Miliar

Sebarkan artikel ini

BARITO SELATAN Dinamika Kalteng — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, memastikan menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.


‎Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Selatan Ita Minarni mengatakan, anggaran BTT yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp5 miliar akan ditambah menjadi Rp8 miliar.


‎”Untuk BTT awalnya Rp5 miliar, dan akan ditambah menjadi Rp8 miliar,” kata Ita Minarni di Buntok, Rabu (2/9/2026).


‎Penambahan anggaran tersebut dilakukan karena kondisi kemarau masih berlangsung dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Barito Selatan masih tinggi.


‎Menurut Ita, tambahan anggaran akan diperoleh melalui pergeseran sejumlah program dan kegiatan yang dinilai belum menjadi prioritas.


‎Pemkab, kata dia, tidak ingin keterbatasan anggaran menghambat tim gabungan yang selama ini berjibaku melakukan penanganan karhutla di lapangan.


‎”Kami tidak mau tim yang turun ke lapangan tidak mendapatkan anggaran yang cukup. Jangan sampai mereka yang sudah siang dan malam berjuang memadamkan api, tidak kita perhatikan,” tegasnya.


‎Selain karhutla, Pemkab Barsel juga mempercepat penanganan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah akibat kemarau panjang.


‎Ita menyebutkan, dalam rapat Badan Anggaran telah disepakati pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang terdampak kekeringan.


‎Untuk penanganan jangka pendek, pasokan air bersih akan dilakukan menggunakan mobil tangki dengan menggandeng Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).


‎Sementara bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan diprioritaskan untuk Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), yang dinilai menjadi salah satu wilayah paling terdampak kekeringan dan krisis air bersih.


‎Pendataan warga terdampak akan dilakukan bersama tim Pemkab dan DPRD Barito Selatan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.


‎”Nanti kita akan rapat khusus untuk membahas mengenai bencana krisis air bersih ini,” ujarnya.


‎Pemkab juga berencana menambah anggaran pendukung bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.


‎Mengingat kondisi kekeringan belum diketahui kapan akan berakhir, Pemkab Barsel memastikan status tanggap darurat bencana akan diperpanjang.


‎”Status tanggap darurat sudah dipastikan diperpanjang dan kita juga akan menambah anggaran BTT,” kata Ita.


‎Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan karena kondisi kemarau meningkatkan risiko terjadinya karhutla.


‎Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau menggunakan masker untuk melindungi diri dari dampak asap dan kualitas udara yang buruk.


‎Pemkab Barsel menegaskan penambahan anggaran tersebut merupakan langkah cepat untuk memastikan penanganan karhutla, kekeringan, krisis air bersih, serta masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *