Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Kepala BPBD Barsel Tegaskan, Anggaran Penanganan Karhutla Aman

Pewarta: Mas Har
21
×

Kepala BPBD Barsel Tegaskan, Anggaran Penanganan Karhutla Aman

Sebarkan artikel ini

BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, memastikan dukungan penuh terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk dari sisi anggaran operasional selama masa tanggap darurat.


‎Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus In Yulius, mengatakan kebutuhan operasional penanganan Karhutla selama masa tanggap darurat didukung melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang berada di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).


‎“Selama masa tanggap darurat untuk operasional penanganan Karhutla menggunakan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang berada di BPKAD,” kata Agus kepada awak media, Senin (31/8/2026).


‎Menurutnya, persoalan yang selama ini kerap dihadapi bukan terkait ketersediaan anggaran, melainkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dan peralatan yang digunakan dalam operasi penanggulangan Karhutla.


‎Agus menjelaskan, pengadaan BBM harus dilakukan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sementara itu, kondisi di sejumlah SPBU di Buntok terkadang mengalami kekosongan stok.


‎“Untuk kendala BBM ini sebenarnya lebih sering karena faktor ketersediaan BBM di SPBU. Karena kita harus mengisi BBM di SPBU. Sementara kita tahu sendiri kondisi di daerah Buntok, kendalanya sering kali di SPBU yang mengalami kekosongan,” jelasnya.


‎Akibatnya, ketika personel membutuhkan BBM untuk mendukung mobilisasi kendaraan maupun peralatan pemadaman, bahan bakar justru tidak tersedia.


‎“Jadi, bukan karena tidak ada anggarannya,” tegas Agus.


‎Namun, persoalan tersebut kini mulai teratasi setelah BPBD menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Barito Selatan.


‎Agus menyebut, Polres Barsel memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan BBM yang bersifat mendesak dalam operasional penanganan Karhutla.


‎“Untuk mengatasi persoalan tersebut, kami menjalin kerja sama dengan Polres Barito Selatan dalam pengadaan BBM untuk kebutuhan operasional penanganan Karhutla,” ujarnya.


‎Bahkan, untuk kebutuhan mendesak, Kapolres Barito Selatan telah mengarahkan agar sementara waktu BBM milik Polres dapat digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan Karhutla.


‎“Jadi kami bisa katakan bahwa saat ini kendala BBM bisa diatasi,” kata Agus.


‎Dukungan lintas instansi tersebut menjadi penting mengingat penanganan Karhutla membutuhkan mobilitas tinggi, terutama ketika ditemukan titik api yang harus segera ditangani untuk mencegah meluasnya kebakaran.


‎Selain BBM, BPBD Barito Selatan juga memastikan kebutuhan logistik personel yang bertugas selama masa tanggap darurat sejauh ini tidak mengalami kendala.


‎Agus menegaskan, kebutuhan makan dan minum bagi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla masih dapat dipenuhi.


‎“Tidak ada kendala untuk logistik personel,” tegasnya.


‎Sementara itu, mengenai total kebutuhan anggaran BTT untuk penanganan Karhutla, BPBD belum dapat memastikan nominal yang akan terserap.


‎Menurut Agus, besaran anggaran sangat bergantung pada perkembangan situasi di lapangan serta kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat.


‎“Untuk BTT kita belum bisa memastikan berapa kebutuhannya. Karena semua kan tergantung kondisi yang ada, menyesuaikan kebutuhan,” pungkasnya. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *