Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Libur Pun Tak Jadi Halangan! Pemkab Barsel dan Polisi Turun Gunung Sidak SPBU, Bongkar Fakta Mengejutkan Pengurangan Pasokan BBM

Pewarta: Mas Har
13
×

Libur Pun Tak Jadi Halangan! Pemkab Barsel dan Polisi Turun Gunung Sidak SPBU, Bongkar Fakta Mengejutkan Pengurangan Pasokan BBM

Sebarkan artikel ini

BARITO SELATAN — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan kembali bergerak cepat merespons kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Meski di hari libur, tim gabungan tetap turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di dalam maupun luar Kota Buntok, Minggu (10/5/2026).

‎Kegiatan sidak dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Barito Selatan, Yoga Prasetyanto Utomo. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Harminto, Kepala Dinas Perhubungan Joni Priawan, Plt Kepala Satpol PP Olive Frata, serta personel dari Polres Barito Selatan.

‎Sidak dimulai dari sejumlah SPBU di dalam Kota Buntok, kemudian berlanjut ke SPBU di Desa Pamait dan SPBU di Desa Sababilah. Dalam kegiatan tersebut, rombongan diterima langsung oleh pengawas maupun pemilik masing-masing SPBU.

‎Asisten II Setda Barsel, Yoga Prasetyanto Utomo menjelaskan, sidak dilakukan sebagai langkah pemerintah menyikapi fenomena kelangkaan BBM yang belakangan ini terjadi di wilayah Barito Selatan dan menyebabkan antrean panjang di hampir seluruh SPBU.

‎“Hasil sidak menunjukkan adanya pengurangan distribusi BBM dari biasanya 16.000 KL menjadi hanya sekitar 8.000 KL,” ungkap Yoga.

‎‎Ia menyebut, pengurangan pasokan tersebut terjadi baik untuk jenis Pertalite maupun Pertamax. Menurutnya, kondisi kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Barito Selatan, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain.

‎Meski demikian, Yoga meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban saat mengantre di SPBU dan tidak mudah terpancing situasi. Pemerintah daerah, katanya, akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah Barito Selatan.

‎“Kami juga menghimbau agar situasi kelangkaan BBM ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto mengatakan pihaknya segera mengundang seluruh pemilik SPBU guna mencari tahu penyebab pengurangan pengiriman BBM ke Barito Selatan sekaligus mencari solusi agar distribusi kembali normal.

‎Di sisi lain, Plt Kasat Reskrim Iptu Rasikun menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberi toleransi terhadap praktik penimbunan BBM.

‎“Kami meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

‎Langkah sidak lintas instansi ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas distribusi BBM dan mencegah potensi penyalahgunaan di tengah kondisi pasokan yang terbatas. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *