BARITO SELATAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barito Selatan mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Oktober mendatang.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi bersama seluruh cabang olahraga (cabor) yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Selasa (28/7/2026). Rapat dipimpin langsung Ketua KONI Barito Selatan yang juga Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, didampingi Sekretaris KONI Ir. H.M. Taufik, ST., MT.
Dalam keterangannya kepada awak media, Khristianto Yudha mengatakan rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memetakan kesiapan masing-masing cabang olahraga sebelum mengikuti pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
”Hari ini kita menggelar rapat persiapan KONI Barito Selatan untuk menghadapi Porprov Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun pada Oktober 2026. Seluruh cabang olahraga diminta menyampaikan kesiapan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jumlah atlet dan cabang olahraga yang akan diberangkatkan. Karena itu, KONI akan menerapkan seleksi secara ketat agar atlet yang tampil benar-benar memiliki peluang meraih prestasi.
”Kami menyesuaikan dengan kondisi keuangan KONI Barito Selatan. Meski anggaran sangat terbatas, kami ingin olahraga di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus terus berkembang dan mampu menghasilkan prestasi terbaik. Karena itu, seleksi atlet dilakukan secara objektif agar hasil yang diperoleh maksimal,” katanya.
Selain proses seleksi, seluruh atlet yang lolos nantinya juga akan menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum bertolak ke arena pertandingan di Pangkalan Bun.
Khristianto, yang akrab disapa Tanto, mengungkapkan hingga saat ini terdapat sekitar 21 cabang olahraga yang direncanakan mengikuti Porprov. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan.
Menurutnya, setiap cabang olahraga diwajibkan memaparkan kesiapan, baik dari sisi atlet, pelatih maupun target prestasi. Cabang yang dinilai belum siap berpotensi tidak diberangkatkan.
”Setiap cabor harus mempresentasikan kesiapan mereka. Kalau memang belum siap, terpaksa tidak kita ikutsertakan. Yang benar-benar siap itulah yang akan diberangkatkan,” tegasnya.
Dari hasil paparan sementara, lanjut Tanto, sejumlah cabang olahraga menunjukkan optimisme mampu menyumbangkan medali bagi Barito Selatan. Dengan waktu persiapan yang masih tersedia hingga Oktober, para atlet diharapkan dapat meningkatkan kemampuan melalui program latihan yang terukur.
”Kami melihat potensi atlet cukup besar. Hampir setiap cabang olahraga yang memaparkan kesiapannya memiliki peluang meraih medali emas. Masih ada waktu bagi mereka untuk meningkatkan kualitas latihan sehingga target prestasi dapat tercapai,” pungkasnya. (Mas)












