Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Karhutla Masimpun Kalahien Mengamuk, 150 Personel Gabungan Dikerahkan, Kapolres Dan Wabup Turun Langsung

Pewarta: Mas Har
3
×

Karhutla Masimpun Kalahien Mengamuk, 150 Personel Gabungan Dikerahkan, Kapolres Dan Wabup Turun Langsung

Sebarkan artikel ini

BARITO SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Titik api terpantau di kawasan Masimpun, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Selasa (25/8/2026).


‎Merespons laporan pantauan satelit tersebut, personel siaga Karhutla Polres Barito Selatan bergerak cepat menuju lokasi. Personel Satsamapta bersama Polsek Dusun Selatan langsung melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal untuk mencegah api semakin meluas.


‎Penanganan Karhutla melibatkan sekitar 150 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kehutanan serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kalahien.


‎Setibanya di lokasi, seluruh unsur langsung berkoordinasi dan melakukan pemadaman secara terpadu. Namun, upaya pemadaman tidak mudah karena kondisi medan berupa lahan gambut yang membuat api sulit dijangkau dan berpotensi kembali menyala di bawah permukaan.


‎Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta efektivitas penanganan di lapangan.


‎Mengetahui kondisi tersebut, Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H., didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Barsel, langsung berangkat menuju lokasi. Perjalanan dari Buntok menuju titik kebakaran ditempuh sekitar 45 menit.


‎Tidak hanya Kapolres, Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, S.T., M.T., bersama Komandan Kodim (Dandim) 1012/Buntok Letkol Inf. Muhammad Edi, S.I.P., juga turun langsung meninjau kondisi di lapangan sekaligus memastikan proses penanganan berjalan maksimal.


‎Sinergi lintas instansi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali berkobar.


‎Polres Barito Selatan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terlebih di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.


‎Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


‎Penanganan cepat dan kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya Karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *