BARITO KUALA – Helikopter water bombing yang bertugas mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kabarkan mengalami kecelakaan dan jatuh di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Berdasarkan informasi, di Buntok, Minggu menyebutkan, helikopter water bombing tersebut jatuh di wilayah Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang berbatasan langsung dengan Desa Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Helikopter ARC Helicopters dengan nomor registrasi (VH-HGM) tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pengambilan air (water bombing) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Camat Jenamas, Zulkarnain Masdipura mengatakan, peristiwa jatuhnya helikopter water bombing tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.20 WIB.
”Helikopter tersebut membawa tiga orang awak, yakni Nugh Page N2.L dan Mick Betteridge (WNA), serta Yayan Supyansury (WNI),” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu.
Dalam insiden tersebut, dua awak berhasil diselamatkan, sementara satu awak lainnya, yakni Yayan Supyansury, hingga berita ini diturunkan masih dalam proses pencarian.
Informasi awal menyebutkan, helikopter sedang terbang rendah untuk mengambil air dari Sungai Barito. Namun, setelah melakukan pengambilan air, helikopter diduga mengalami kesulitan untuk kembali naik hingga akhirnya kehilangan daya angkat dan jatuh ke sungai.
”Saat ini sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung bergerak memberikan pertolongan menggunakan perahu nelayan. Mereka berhasil mengevakuasi dua awak helikopter yang ditemukan di permukaan air,” kata Zulkarnain.
Ia menjelaskan, pasca kejadian, unsur terkait langsung bergerak melakukan penanganan. Kapolsek Jenamas, Danramil Jenamas, serta tim medis Puskesmas Jenamas dilaporkan telah berada di lokasi sejak pukul 12.29 WIB.
Sementara tim Basarnas Banjarmasin dan BPBD Kabupaten Barito Selatan juga dalam perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk membantu proses pencarian korban serta penanganan kecelakaan tersebut.
”Selain pencarian satu awak yang belum ditemukan, petugas juga melakukan koordinasi terkait proses evakuasi bangkai helikopter,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian dan penanganan masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. (HBI)












