BARITO SELATAN – Komitmen memperluas akses pendidikan anak usia dini hingga ke wilayah pedalaman terus didorong Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Hal tersebut terlihat saat Bunda PAUD Kabupaten Barito Selatan, Hj Permanasari, melakukan kunjungan ke PAUD Satu Atap (SATAP) Mulajari yang berada di Dusun Mulajari, Desa Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai. Jum’at, (6/11/2026).
Kedatangan Bunda PAUD Barsel disambut hangat para tenaga pendidik, Kepala Dusun Mulajari, Kepala Desa Patas I, Camat Gunung Bintang Awai beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Hj Permanasari turut didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Rahmat Nuryadin, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Ketua Organisasi Puspa, Hj Sonya Asmawi Agani.
Dalam kesempatan itu, Hj Permanasari menegaskan bahwa keberadaan PAUD SATAP Mulajari merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Lalu, apa yang dimaksud dengan PAUD SATAP? PAUD SATAP atau Pendidikan Anak Usia Dini Satu Atap adalah layanan PAUD yang dikembangkan secara terpadu dengan satuan atau layanan pendidikan yang sudah ada, sehingga akses pendidikan anak usia dini dapat diperluas dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Hj Permanasari.
Menurutnya, kehadiran PAUD SATAP Mulajari bukan sekadar membangun layanan pendidikan, tetapi menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.
“Anak-anak yang tinggal di wilayah pedalaman juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, dekat, aman, dan menyenangkan,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan PAUD SATAP Mulajari dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak di Dusun Mulajari dan wilayah sekitarnya untuk memperoleh stimulasi pendidikan sejak usia dini.
Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat, percaya diri, berkarakter, serta memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Hj Permanasari juga menegaskan bahwa kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh hak pendidikan.
“Saya ingin menegaskan bahwa jarak dan kondisi wilayah tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar. Meskipun berada di pedalaman, anak-anak Barito Selatan harus tetap mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, bermain, belajar, dan berkembang secara optimal,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya PAUD SATAP Mulajari.
“Atas nama Bunda PAUD Kabupaten Barito Selatan, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Barito Selatan atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan,” ucapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Pendidikan, Pokja Bunda PAUD, Pemerintah Desa Patas I, Kepala Dusun Mulajari, para pendidik, orang tua, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama mewujudkan PAUD SATAP Mulajari.
“Mari kita jaga dan besarkan PAUD SATAP Mulajari ini bersama-sama,” pungkas Hj Permanasari.
Kehadiran PAUD SATAP Mulajari diharapkan menjadi langkah nyata pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, sekaligus memastikan anak-anak yang tinggal jauh dari pusat perkotaan tetap memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang sejak usia emas. (Mas)












