BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan yang terukur, realistis, dan berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, dalam sambutannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Dusun Hilir, Kamis (5/2/2026).
Bupati menegaskan bahwa Musrenbang Kecamatan merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari desa dan kelurahan agar arah dan prioritas pembangunan benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
“Keterlibatan masyarakat dalam Musrenbang sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Karena dari sinilah kita menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, Wakil Ketua I DPRD Barsel Ideham, Pj Sekda Barsel Ita Minarni, Ketua TP PKK Hj Permana Sari, para Asisten Setda Barsel, seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Barsel, camat, lurah, kepala desa, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Lebih lanjut Eddy Raya Samsuri menjelaskan, bahwa tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025–2029, dengan tema “Pembangunan Pondasi Hilirisasi Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Energi yang Berkelanjutan.”
Menurutnya tema tersebut menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan hilirisasi sumber daya lokal, pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penurunan angka pengangguran, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penanganan persoalan sosial, dihadapkan pada keterbatasan kapasitas anggaran daerah. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya Dana Bagi Hasil serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
“Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, Pemkab Barito Selatan terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjajaki sumber pendanaan alternatif yang sah,” jelasnya.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015. Skema ini dinilai mampu mendorong pembangunan yang lebih efektif dan efisien melalui pembagian peran dan risiko.
Dikatakan juga, kebijakan penganggaran daerah akan tetap berpedoman pada prinsip money follows program, yakni memprioritaskan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, Musrenbang Kecamatan ini menjadi forum yang sangat strategis dalam menetapkan prioritas pembangunan yang terukur, realistis, dan berdampak langsung,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Barito Selatan.
“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Musrenbang tersebut, seraya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan terbaik bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, demi terwujudnya Barito Selatan yang sejahtera, berdaya saing, serta menjadi penyangga pangan dan energi Ibu Kota Nusantara.
Pada kesempatan yang sama, Musrenbang Kecamatan Dusun Hilir dirangkaikan dengan Peresmian Aula Kecamatan Dusun Hilir. Peresmian ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan musyawarah, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan guna meningkatkan kualitas koordinasi, partisipasi, dan pelayanan kepada masyarakat. (Mas)












