Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

DARURAT KABUT ASAP! Barsel Serahkan Bukti Karhutla ke Kemendagri, Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Redaksi Dinamika Kalteng
3
×

DARURAT KABUT ASAP! Barsel Serahkan Bukti Karhutla ke Kemendagri, Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Dr. Ita Minarni ST.MT, Pj Sekda Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah

BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendesak perhatian dan intervensi langsung pemerintah pusat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan. Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Barsel telah menyerahkan bukti kejadian karhutla beserta dampak kabut asap kepada pemerintah pusat melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri).

‎

‎Bukti yang diserahkan meliputi video, foto, serta dokumentasi kejadian di lapangan yang menggambarkan kondisi karhutla di wilayah Barsel.

‎

‎Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Dr. Ita Minarni, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya pemerintah daerah agar kondisi darurat karhutla dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah pusat.

‎

‎“Kami Pemda Barsel tidak tinggal diam begitu saja. Kami tetap berupaya menangani karhutla ini bersama tim, dan sudah kami sampaikan barang bukti secara resmi kepada pemerintah pusat yang diterima oleh Pak Sekjen Kemendagri,” ujar Ita saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (13/10/2026).

‎

‎Menurutnya, penyampaian bukti tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Barito Selatan.

‎

‎Pasalnya, peningkatan titik api dan kabut asap dinilai tidak lagi dapat ditangani secara optimal hanya dengan mengandalkan kemampuan pemerintah daerah.

‎

‎“Kita membutuhkan dukungan, perhatian, dan intervensi langsung dari pemerintah pusat agar penanganan bisa lebih maksimal dan komprehensif,” tegasnya.

‎

‎Ita menjelaskan, upaya pemadaman karhutla di Barsel menghadapi berbagai kendala, mulai dari luasnya lahan gambut hingga kondisi cuaca ekstrem yang menyulitkan tim di lapangan.

‎

‎Sejumlah unsur telah dikerahkan untuk menangani kebakaran, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, serta para relawan.

‎

‎Namun, keterbatasan peralatan dan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan upaya pemadaman, terutama ketika kebakaran meluas dan kabut asap semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

‎

‎Karena itu, Pemkab Barsel berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dengan memperkuat dukungan penanganan karhutla bersama pemerintah daerah.

‎

‎“Kalau dibiarkan, asap akan semakin tebal dan masyarakat yang akan menjadi korban,” imbuhnya.

‎

‎Di tengah upaya penanganan karhutla, Pemkab Barsel juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan kementerian terkait, termasuk melalui langkah pencegahan serta sosialisasi kepada masyarakat.

‎

‎Edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memperparah kondisi kabut asap.

‎

‎Ita pun mengimbau seluruh masyarakat Barito Selatan agar ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

‎

‎Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing agar dapat ditangani sedini mungkin.

‎

‎“Apabila ada menemukan titik api di wilayahnya, segera melapor kepada petugas, demi Barsel yang bebas dari asap,” pungkasnya.

‎

‎Pemkab Barsel berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera diwujudkan melalui langkah penanganan yang lebih kuat dan terpadu, sehingga kebakaran dapat dikendalikan, kualitas udara membaik, dan masyarakat terlindungi dari dampak kabut asap. (Mas)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *