BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos), bantuan cadangan pangan, serta paket bantuan bagi keluarga berisiko stunting. Kali ini, bantuan diserahkan kepada masyarakat Desa Rantau Bahuang, Kecamatan Jenamas, Rabu (21/10/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri bersama Wakil Bupati Khristianto Yudha. Kegiatan ini turut dihadiri para asisten Sekretariat Daerah (Setda) Barsel, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Tim Percepatan Pembangunan H. Baharudin Lisa. Rombongan disambut Camat Jenamas Zulkarnain Masdipuro.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada perwakilan penerima manfaat sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Khristianto Yudha berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Menurutnya, meskipun bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga, pemerintah berharap bantuan yang diberikan tetap membawa manfaat nyata bagi penerimanya.
“Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan meringankan beban masyarakat. Walaupun belum mencukupi seluruh kebutuhan, mudah-mudahan tetap memberikan manfaat bagi warga yang menerima,” ujarnya.
Selain bantuan sosial dan cadangan pangan, Pemkab Barito Selatan juga menyalurkan paket bantuan bagi keluarga berisiko stunting. Program ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi ibu dan anak.
Khristianto menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperhatikan asupan gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Ia mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap kebutuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Anak-anak yang sehat merupakan harapan kita bersama untuk masa depan Barito Selatan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada aparat maupun pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
Di tengah kondisi kabut asap, Khristianto juga mengimbau warga agar menjaga kesehatan dan berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, kepala desa dan masyarakat diminta memperkuat semangat gotong royong, terutama dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.
“Kalau ada warga yang mengalami kesulitan, mari kita saling membantu dan memperhatikan. Dengan kebersamaan, masa-masa sulit dapat kita lalui bersama,” pesannya.
Khristianto berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima serta menjadi berkah bagi warga Kecamatan Jenamas.
Penyaluran bantuan di Desa Rantau Bahuang ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Barito Selatan dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat perlindungan sosial, mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. (Mas)












