BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Status Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi kebakaran memasuki musim kemarau.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha ST.MT, berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Barito Selatan, Jumat (17/7/2026) pukul 13.30 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Barito Selatan Ideham, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah Barito Selatan Dr. Ita Minarni, ST., MT., Asisten II Setda Yoga Prasetyanto Utomo, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait yang tergabung dalam penanggulangan bencana.
Pelaksanaan rakor merupakan tindak lanjut dari hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sanggu yang memprediksi peningkatan potensi titik panas (hotspot) sepanjang Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Barito Selatan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Khristianto Yudha menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan didukung sarana serta prasarana yang memadai.
”Kami mengharapkan seluruh tim penanggulangan bencana Karhutla di Barito Selatan selalu siap, baik personel maupun sarana dan prasarana pendukung. Sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan dampaknya dapat diminimalkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar meningkatkan koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan wilayah rawan, serta memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Rakor tersebut menjadi momentum untuk menyamakan langkah seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini mampu menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Barito Selatan. (Mas)












