BARITO SELATAN – Wakil Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Khristianto Yudha, ST., MT., secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia “MANDIRI” Kelurahan Hilir Sper, Kecamatan Dusun Selatan, di Aula Kantor Kelurahan Hilir Sper, Jumat (17/7/2026).
Sebelum prosesi peresmian, kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti para lanjut usia, kader, dan tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni peluncuran Sekolah Lansia “MANDIRI” sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Barito Selatan, Nyimas Artini, Camat Dusun Selatan, Ahcmad Mutahir, Kepala Puskesmas Buntok Lasma Silaban, Lurah Hilir Sper, Lurah Buntok Kota, Lurah Jelapat, pengurus Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), kader, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Khristianto Yudha menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3APPKB Kabupaten Barito Selatan, Pemerintah Kelurahan Hilir Sper, pengurus BKL, kader, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga Sekolah Lansia “MANDIRI” dapat diwujudkan.
Menurutnya, meningkatnya angka harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Namun, kondisi tersebut juga diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, bermartabat, dan bahagia menjalani masa tua.
”Sekolah Lansia merupakan inovasi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui proses pembelajaran sepanjang hayat. Tempat ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, memperluas pergaulan sosial, serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi para lansia,” ujar Khristianto.
Ia menjelaskan, konsep “Lansia Tangguh dengan Tujuh Dimensi” menjadi landasan utama dalam pelaksanaan Sekolah Lansia. Ketujuh dimensi tersebut meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.
Menurutnya, apabila seluruh dimensi tersebut berkembang secara seimbang, maka para lansia akan menjadi pribadi yang sehat, mandiri, aktif, produktif, sekaligus tetap memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Sebagai Pembina Sekolah Lansia Kabupaten Barito Selatan, Khristianto juga memberikan sejumlah arahan kepada seluruh pemangku kepentingan. Ia meminta agar Sekolah Lansia dijadikan pusat pembelajaran yang berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara Dinas P3APPKB, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, PKK, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.
Wakil Bupati juga mengajak keluarga agar terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada para lansia, karena keluarga merupakan lingkungan terbaik dalam mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia.
Ia berharap Sekolah Lansia “MANDIRI” di Kelurahan Hilir Sper dapat menjadi percontohan bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Barito Selatan sehingga semakin banyak sekolah lansia yang tumbuh dan berkembang.
”Kepada seluruh peserta didik Sekolah Lansia, tetaplah semangat belajar. Usia bukanlah penghalang untuk terus menimba ilmu. Pengalaman hidup yang dimiliki merupakan modal yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi muda,” pesannya.
Menurut Khristianto, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memberikan ruang bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lanjut usia.
”Lansia bukan beban pembangunan, tetapi aset bangsa yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, nilai-nilai kehidupan, serta keteladanan yang sangat dibutuhkan oleh generasi penerus. Melalui Sekolah Lansia ini, saya berharap akan lahir lansia-lansia yang semakin sehat, mandiri, aktif, produktif, bermartabat, serta mampu menjadi inspirasi dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Hilir Sper Zulkarnain Masdipuro berharap keberadaan Sekolah Lansia “MANDIRI” mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus sarana pemberdayaan bagi para lansia di wilayahnya.
Ia optimistis program tersebut akan mendorong para lansia tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan positif, menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas hidup sehingga dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kabupaten Barito Selatan. (Mas)












