BARITO SELATAN – Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun 2026, yang digelar di Gedung Jaro Pirarahan, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 666 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan operator sekolah dari seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Barito Selatan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Bimtek pemutakhiran Dapodik memiliki peran strategis dalam menghasilkan data pendidikan yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dengan meningkatnya pemahaman dan kompetensi operator sekolah dalam mengelola data secara tepat waktu dan sesuai kondisi riil sekolah, maka Dapodik akan menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan, penyaluran bantuan dan anggaran pendidikan, penetapan program pemerintah, serta perencanaan dan evaluasi mutu pendidikan,” ujar Khristianto Yudha.
Ia mengingatkan, tanpa pemutakhiran data yang baik, berisiko terjadi kesalahan data yang dapat berdampak langsung pada hak sekolah, pendidik, maupun peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah melaksanakan audit secara menyeluruh terhadap Dapodik seluruh sekolah di Kabupaten Barito Selatan.
“Kami berharap audit ini mampu mewujudkan penyelenggaraan Dapodik yang valid dan memaksimalkan fungsinya demi kelancaran penyelenggaraan pendidikan di daerah,” tambahnya.
Menurutnya, Dapodik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan.
“Saya menyadari pengelolaan Dapodik bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan ketelitian, konsistensi, dan komitmen tinggi. Namun setiap data yang diinput dengan benar adalah kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Sesuai rekomendasi BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berkomitmen untuk memutakhirkan data pokok pendidikan seluruh sekolah serta memastikan seluruh perencanaan bidang pendidikan berbasis Dapodik.
Wakil Bupati juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan operator Dapodik agar terus meningkatkan koordinasi, kapasitas, serta tanggung jawab dalam pengelolaan data pendidikan.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, baik melalui pendampingan, pelatihan, maupun penguatan sistem. Mari jadikan Dapodik sebagai alat pemersatu langkah dalam mewujudkan pendidikan daerah yang maju, berkualitas, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Manat Simanjuntak, menjelaskan bahwa Bimtek tersebut diikuti oleh 222 kepala sekolah SD dan SMP, 222 guru, serta 222 operator Dapodik se-Barito Selatan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah di Jakarta dan akan dilaksanakan selama dua hari.
“Melalui Bimtek ini, ditargetkan, nantinya akan memvalidasi semua data pokok pendidikan yang menjadi dasar perencanaan seluruh kegiatan revitalisasi dapodik maupun pembelajaran”, ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan dengan Dinas PUPR Barito Selatan terkait pembangunan sejumlah sekolah, serta MoU dengan Dinas Dukcapil Barito Selatan. (Mas)
Wabup Barsel Buka Bimtek Pemutakhiran Dapodik 2026, Diikuti 666 Peserta












