BARITO SELATAN – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Tingginya intensitas hujan yang terjadi hampir setiap hari menyebabkan debit Sungai Barito meningkat dan meluap hingga merendam permukiman serta lahan pertanian warga.
Luapan sungai tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, khususnya warga yang berprofesi sebagai petani. Banyak petani terpaksa menghentikan kegiatan menggarap ladang dan sawah karena seluruh lahan terendam air. Kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan perekonomian warga setempat.
Sementara itu, sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan masih dapat beraktivitas dan memperoleh penghasilan dari menangkap ikan di tengah kondisi banjir.
Camat Dusun Hilir, Eko Hermansyah, mengatakan banjir kali ini cukup parah dan telah merendam sembilan desa di wilayahnya. Desa-desa terdampak meliputi Desa Betampang, Teluk Timbau, Damparan, Lehai, Kelanis, Batilap, Mangkatir, Sungai Jaya, serta Mahajandau.
“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan Sungai Barito meluap dan menggenangi permukiman serta lahan warga,” ujar Eko Hermansyah, Sabtu (3/1/2026).
Eko Hermansyah yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama banjir masih berlangsung. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang rentan terhadap risiko kecelakaan di tengah genangan air.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang memiliki anak kecil, agar selalu waspada dan tidak lengah. Selain itu, instalasi listrik seperti kabel dan sambungan listrik harus diperhatikan agar tidak terkena air karena dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketinggian air di beberapa desa telah mencapai di atas lutut orang dewasa, bahkan ada yang sampai ukuran pinggang orang dewasa atau 1 Meter. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah anak-anak yang memanfaatkan kondisi banjir untuk berenang, mandi, dan bermain air.
Pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi guna mengantisipasi dampak lanjutan, sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan debit air Sungai Barito kembali normal. (Mas Har)
Banjir Rendam Sembilan Desa di Dusun Hilir Barito Selatan, Aktivitas Pertanian Lumpuh












