Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

Forum Perangkat Daerah 2026 Digelar, Bupati Eddy Raya Tekankan Perencanaan Prioritas dan Terukur untuk 2027‎

Pewarta: Mas Har
16
×

Forum Perangkat Daerah 2026 Digelar, Bupati Eddy Raya Tekankan Perencanaan Prioritas dan Terukur untuk 2027‎

Sebarkan artikel ini
Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri Foto bersama dengan para peserta Rapat usai acara seremonial pembukaan. di Aula Knator BAPPERINDA Barsel. Rabu (25/2/2026)

‎BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar Rapat Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Eddy Raya Samsuri, bertempat di Aula Kantor Baperinda, Rabu (25/2/2026).

‎Kegiatan strategis tersebut turut dihadiri Pj Sekda Barito Selatan Ita Minarni, para Asisten Setda Barito Selatan, Kepala Inspektorat Yuristanti Yudha, serta Kepala Baperinda Barsel Jaya Wardana. Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Barsel juga mengikuti forum tersebut.

‎Dalam sambutannya, Bupati Eddy Raya Samsuri menegaskan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan daerah dilakukan melalui lima pendekatan, yakni politik, teknokratik, partisipatif, bottom up, dan top down.

‎“Forum yang kita laksanakan hari ini merupakan wujud nyata pendekatan partisipatif, sebagai wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan hasil Musrenbang tingkat kecamatan yang akan disinergikan dengan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027,” ujar Eddy.

‎Ia menekankan bahwa proses perencanaan menjadi fondasi utama dalam penetapan program dan kegiatan yang nantinya dituangkan dalam APBD.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan empat arahan khusus terkait penyelarasan dan harmonisasi program prioritas pembangunan Tahun 2027.

‎Pertama, perencanaan dan penganggaran wajib mengutamakan program prioritas, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia meminta agar OPD menghindari program yang bersifat seremonial, tidak mendesak, atau tidak berkaitan langsung dengan indikator kinerja utama. Setiap usulan harus berbasis data, analisis kebutuhan, serta proyeksi dampak yang terukur.

‎Kedua, pendekatan pembangunan harus mengedepankan prinsip Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS). Menurutnya, seluruh program lintas sektor harus terintegrasi, tidak tumpang tindih, serta memperhatikan pemerataan antarwilayah dengan dukungan data sektoral dan peta spasial yang presisi.

‎Ketiga, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dilihat dari capaian makro, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata. Ia meminta setiap perangkat daerah merancang program yang menyasar masyarakat rentan, berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

‎Keempat, seluruh perangkat daerah diminta selektif dan responsif dalam menyusun program. Hasil Musrenbang Kecamatan harus dikaji mendalam dan diprioritaskan sesuai arah kebijakan pembangunan dan urgensi kebutuhan masyarakat.

‎“Susun skala prioritas berdasarkan dampak, urgensi, serta kesesuaian dengan RPJMD. Pastikan tidak ada program prioritas masyarakat yang terabaikan tanpa alasan yang jelas dan terdokumentasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Baperinda Barsel, Jaya Wardana, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan mewujudkan keselarasan program dan kegiatan, termasuk penajaman indikator serta target kinerja, lokasi, dan kelompok sasaran sesuai tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.

‎Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang sinkronisasi antarperangkat daerah guna mengoptimalkan pencapaian sasaran pembangunan, sekaligus menyelaraskan program prioritas dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

‎Melalui Forum Perangkat Daerah 2026 ini, Pemkab Barito Selatan berharap perencanaan pembangunan Tahun 2027 dapat tersusun lebih terarah, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.(Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *