Barito SelatanKalimantan TengahPemkab Barito Selatan

3 Jenazah Ditemukan di Area Tambang Barsel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Pewarta: Mas Har
92
×

3 Jenazah Ditemukan di Area Tambang Barsel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebarkan artikel ini
Kapolres Barito Selatan Jacson R Hutapea didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Gunung Bintang Awai saat memberikan keterangan terkait penemuan 3 mayat di area tambang PT MUTU, kepada awak media di depan ruang Jenazah RSUD Jaraga Sasameh, Buntok, Selasa (20/1/2026) malam

BARITO SELATAN – Tiga jenazah ditemukan di area Pit Suwalang milik PT MUTU, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. Polisi kini menyelidiki penyebab kematian ketiga korban yang ditemukan di kawasan tambang dengan medan ekstrem tersebut.

‎Kapolres Barito Selatan AKBP Jacson Ricsco Hutapea mengatakan laporan awal diterima dari masyarakat pada Selasa (20/1/2026) pagi. Usai menerima informasi, personel Polres Barsel langsung menuju lokasi kejadian.

‎“Tiga korban ditemukan meninggal dunia di area tambang. Kami langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan,” kata Jacson, Selasa (20/1/2026).

‎Ketiga korban diketahui bernama Satriansyah alias Asat alias Pak Sala, warga Desa Muara Singan, Barito Selatan. Dua korban lainnya, Utuh dan Diana, merupakan pasangan suami istri asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

‎Untuk kepentingan identifikasi, polisi melibatkan Tim Inafis, Polsek Gunung Bintang Awai, serta Polres Barito Utara. Selanjutnya, ketiga jenazah dievakuasi ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk dilakukan visum dan otopsi.

‎Sebelum penemuan jenazah, warga setempat sempat melaporkan adanya orang hilang sejak Minggu (18/1). Pencarian dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama pihak keamanan perusahaan tambang.

‎Namun laporan resmi ke polisi baru diterima pada Selasa (20/1) sekitar pukul 01.35 WIB. Tiga warga mendatangi Pospol Patas Polsek Gunung Bintang Awai dan melaporkan penemuan tiga mayat di area Pit Suwalang PT MUTU.

‎Proses evakuasi berjalan cukup lama lantaran lokasi berada di kawasan tambang aktif dengan akses jauh dan medan berat. Aparat baru berhasil mengevakuasi ketiga korban pada siang hingga sore hari.

‎“Evakuasi terkendala kondisi medan dan akses yang sulit. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan,” jelas Jacson.

‎Polisi masih menunggu hasil visum dan otopsi untuk memastikan penyebab kematian. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap peristiwa tersebut. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *